DafTar KabaR terkini

Selasa, 31 Agustus 2010

Boy Before Flower




BBf (boys before flowers).ternyata drama korea yang di elu-elukan remaja Indonesia,tak seperti yang aku bayangkan,.Memang ceritanya asyik,tapi terlalu banyak adegan yang bisa di tebak.Misalnya saat jan di memdapat karu merah dari F4,belum lagi dia dapat beasiswa sekolah di SMA shinwa.Terus saat temannya jan di disakiti,lalu teman jun pio menolong dan pura pura menjadi pacarnya.Belum lagi karacter si Jun Pio,persis bangat sama Tao ming sie (Meteor Garden),arogan.angkuh,sombong,tapi dibalik itu orangnya baik.Karna kurang perhatian saja dari Orangtuanya.Dan karacter 3 temannya lagi sama sepeti karacter temannya Tao ming sie,pokoknya karacter semua tokoh nyaris sama.
Aku jadi teringat sama san chai (meter garden)persis bangat adegannya.saat san chai mendapat kartu merah dari F4 (meteor Garden),sagat menyedihkan melihat san chai teraniaya,
Paling yang membedakan drama ini sama Meteor Garden mungkin buget(biaya) produksinya.lainya mungkin sama,dari cerita,karacter,dan sebagainya,dan kalau di F4 (bbf) ada penambahan karacter,misal...adiknya jan di,dan bapaknya kerja pencuci pakaian (loundry).
Mugkin kalau sepeerti yang digembor-gemborkan orang ceritanya salah besar,bererti orang itu belum pernah nonton F4 Meteor Garden.Tapi yang sudah nonton ,aku kira dia pasti kecewa.
Intinya drama BBf, Meteor Garden nya versi korea.

Sinopsis The Great queen Seondeok Episode 44


Usulan Putri Deokman (Lee Yo-won) dengan cepat terdengar hingga ke telinga Chunchu (Yoo Seung-ho), yang menganggap bahwa meski terlihat simpel, aksi sang putri bisa membuka celah untuk menyebar ketidakpuasan diantara kalangan bangsawan pendukung Mishil (Go Hyeong-jeong).

Bisa ditebak, usulan Putri Deokman kembali mandek di rapat kabinet (hwabaek). Saat bertemu muka, Mishil tersenyum sambil menyebut bahwa Putri Deokman tidak sadar bahwa seandainya disetujui, usul suara mayoritas bisa balik merugikan sang putri. Setelah itu, Mishil tertawa terbahak-bahak dan mengatakan bahwa kepolosan sang putri nyaris saja membuatnya kembali bicara banyak soal strategi yang seharusnya disimpan rapat.

Dari sekian banyak hwarang, hanya Seokpum (Hong Kyung-in) yang benar-benar setia dan terus menurut pada Mishil. Di kediamannya, Mishil mengaku sadar kalau apa yang dikatakan Putri Deokman benar, dan yang bakal dilakukannya pertama kali setelah merebut kekuasaan adalah menghapus rapat kabinet dengan sistem yang ada karena dianggap sudah tidak berguna lagi.

Pemikiran yang sama ternyata juga dirasakan oleh Putri Deokman, yang setuju dengan usulan Chunchu bahwa pengambilan keputusan lewat rapat kabinet hanya akan memperlambat kemajuan kerajaan Shilla. Mereka tidak sadar bahwa saat tengah mempersiapkan strategi balasan, Mishil telah menyiapkan sebuah rencana yang sama sekali tidak disangka-sangka.

Dari sekian banyak pendukung, hanya Misaeng (Jung Woong-in) yang menyatakan keheranannya akan pilihan yang bakal diambil Mishil. Dengan raut wajah kuatir, Misaeng menyebut bahwa tindakan tersebut bakal membuat reputasi Mishil, yang selama ini tidak pernah melawan prinsip yang dipegang, bakal tercemar. Namun, Mishil menyebut bahwa meski bakal gagal, ia bertekad untuk menyelesaikan semuanya hingga tuntas.

Sementara itu, dukungan pada kubu Putri Deokman terus bertambah tanpa sadar bahwa ada mata-mata : Jujin, jendral yang membawahi lima ribu pasukan dan ternyata masih setia pada Sejong (Dok Go-young). Malamnya, giliran Yeomjong yang diberi kejutan oleh kemunculan mendadak Mishil. Rupanya, Yeomjong diperintahkan untuk menahan Bidam saat Mishil mulai menggelar rencananya.

Kubu Mishil terus bergerak, Seolwon (Jun Noh-min) mendatangi Yongchun (Do Yi-sung) sementara Hajong (Kim Jung-hyun) mengunjungi Kim Seohyeon (Ju Sung-mo). Rupanya kedatangan dua orang dari kubu Mishil tersebut punya maksud buruk, mereka memasukkan beberapa butir obat-obatan ke minuman tuan rumah.

Setelah misinya sukses, Seolwon langsung melapor ke Mishil. Setelah itu, Mishil meminta Seolwon memberikan bungkusan berisi surat misterius yang pernah dititipkannya. Penuturan Mishil bahwa surat tersebut telah disiapkan untuk Bidam membuat Seolwon langsung terdiam, jendral itu sadar kalau sang pemegang segel kerajaan sadar akan besarnya resiko kegagalan rencana yang bakal dijalankan.

Begitu pagi tiba, dua orang prajurit utusan Sejong mengirimkan surat undangan rapat kabinet (hwabaek) yang digelar mendadak ke Yongchun dan Seohyeon. Namun karena diberi obat bius, keduanya terlambat bangun. Di saat yang sama, Yeomjong sukses menipu dan mengikat Bidam (Kim Nam-gil), yang dilakukannya atas perintah Mishil.

Berita soal rapat kabinet yang mendadak mengejutkan Putri Deokman, ia tidak sadar bahwa keadaan jauh lebih gawat dari perkiraan semula. Tanpa kehadiran Yongchun dan Seohyeon, otomatis rapat hanya dihadiri oleh orang-orang pendukung Mishil sehingga keputusan dengan suara bulat bisa tercapai.

Dengan terburu-buru, Yongchun dan Seohyeon berusaha masuk tempat rapat namun langkah mereka ditahan oleh para prajurit yang telah membuat pagar betis. Begitu mendengar berita tersebut, kubu Putri Deokman pimpinan Alcheon (Lee Seung-hyo) yang kuatir bakal terjadi pengambilan keputusan yang tidak adil mengerahkan para hwarang untuk membuka jalan supaya Yongchun dan Seohyeon.

Satu-satunya yang sadar akan strategi Mishil sebenarnya adalah Bidam, namun pria itu diikat dengan kuat oleh Yeomjong. Di saat yang sama, pasukan pimpinan Jujin bergerak ke arah Seorabol. Begitu mendengar kalau Alcheon nekat menerobos masuk balai pertemuan, Putri Deokman sangat terkejut dan langsung bergerak untuk mencegah kemungkinan terburuk.

Begitu Yushin dan Alcheon masuk dengan pedang terhunus, mereka langsung ditegur keras oleh Sejong dan Hajong. Tak berapa lama, muncul pasukan pimpinan Seolwon yang langsung berhadapan dengan para hwarang pimpinan Yushin dan Alcheon. Tidak ingin terjadi keributan, Yushin menyebut siap menerima hukuman atas kelancangannya menerobos balai pertemuan.

Baru saja keadaan tenang, tiba-tiba seorang prajurit roboh akibat panah. Keruan saja situasi memanas, masing-masing pihak menghunus pedang dan pertempuran dua kubu tidak terelakkan. Dalam keributan tersebut, Sejong luka parah akibat ditusuk Seokpum. Bisa ditebak, semua adalah bagian dari strategi Mishil.

Bertepatan dengan kabar terlukanya Sejong, pasukan pimpinan Jujin masuk ke ibukota sementara Mishil dan pasukannya melenggang masuk ke istana. Dari situ Putri Deokman dan Chunchu baru sadar, Mishil ternyata berniat untuk melakukan kudeta.(indosiar.com/mdL)

Sinopsis BBF episode 1


Coppas from pangeran 229.wordpress.com :

Di Korea, Shinhwa merupakan salah satu grup perusahaan yang paling disegani. Tidak cuma bergerak di bidang bisnis, grup yang konon mendapat dukungan dari pemerintah tersebut juga memiliki sebuah sekolah yang begitu prestisius. Saking prestisiusnya, hanya anak-anak terpilih alias dari keluarga terpandang saja yang bisa masuk disana. Namun meski di luar terlihat begitu sempurna, dimana para lulusannya hampir pasti jadi orang terpandang, ada rahasia kelam dibalik sekolah Shinhwa.

Orang luar pertama yang merasakan ketidakberesan itu adalah Geum Jan-di, anak sebuah pemilik laundry yang sehari-harinya bertugas mengambil atau mengantar pakaian milik anak-anak sekolah Shinhwa. Suatu hari tanpa sengaja, ia melihat salah seorang murid yang nekat hendak terjun dari atap gedung sekolah.Lewat sejumlah kejadian kocak, Jan-di akhirnya sukses menyelamatkan siswa malang itu. Keruan saja, aksinya menjadi bahan pembicaraan mulai di sejumlah forum internet hingga surat kabar.

Imbasnya, citra sekolah Shinhwa menjadi terancam oleh kejadian yang terekspos luas itu.Untuk mengatasinya, pemimpin sekolah Shinhwa akhirnya mengambil keputusan yang cukup mencengangkan : memberikan beasiswa untuk Jan-di yang notabene berasal dari kalangan bawah. Bisa dibayangkan, bagaimana tercengang-cengangnya ayah-ibu dan adik gadis itu saat diberitahu langsung.Jan-di yang semula menolak keras akhirnya luluh oleh bujukan kedua orangtuanya, dan berjanji untuk menjauhi segala bentuk masalah. Di hari pertama bersekolah, ujian sudah datang dalam bentuk grup empat orang pemuda (terdiri dari putra-putra orang paling berpengaruh di Korea) yang menamakan diri mereka F4.

Sikap mereka yang begitu arogan, ditambah seluruh murid sekolah Shinhwa yang begitu menyembah keempatnya, membuat Jan-di jengkel sendiri dan melampiaskannya di sebuah sudut sekolah yang sepi. Apes baginya, ternyata disitu juga ada salah satu personil F4 Yoon Ji-hoo. Untung baginya, Ji-hoo begitu cuek dan dingin sehingga gadis itu malah berbalik simpati.





Satu-satunya teman yang tidak memandang Jan-di dengan sinis adalah Oh Min-ji, yang diam-diam memendam rasa kagum pada pentolan F4 Goo Jun-pyo. Bisa dibayangkan, bagaimana reaksi gadis itu saat Jun-pyo mempermalukan Min-ji akibat sebuah insiden kecil.

Niatnya yang semula hendak menjauhi keributan akhirnya berantakan oleh kejadian itu, bahkan Jan-di tanpa ragu-ragu memukul Jun-pyo. Bisa ditebak, semua itu menjadi awal dari penderitaan yang harus diterima Jan-di akibat aksi nekatnya itu. Apalagi, Jun-pyo (yang ternyata adalah anak pemilik grup Shinhwa) memiliki kekuasaan absolut atas murid-murid Shinhwa

Sabtu, 07 Agustus 2010

si pipi Lesung Manis Berntandang Ke Indonesia


VIVAnews - Kim Bum adalah salah satu pemain serial 'Boys Before Flowers' (BFF). Dia berkunjung ke Indonesia untuk bertemu dengan para fansnya di tanah air.

Kim Bum yang mengenakan kaos putih, blazer abu-abu dan celana putih menggelar jumpa pers di Sands, Mangga Dua Square, Jumat 6 Agustus 2010.

Sepanjang menggelar jumpa pers, Kim Bum tidak berhenti tersenyum. Tak heran jika ia dijuluki 'The Killer Smile' (senyuman maut). Arti senyum tersebut, menurut Kim Bum, karena ia selalu berpikir positif.

Kim Bum merasa senang dengan sambutan fansnya di Indonesia. "Saat saya baru mendarat, saya disambut hangat oleh wartawan dan fans, saya senang sekali. Saya dapat informasi dari teman-teman yang sudah pernah ke sini, mereka juga dapat sambutan yang sangat baik," kata Kim Bum di gelaran jumpa persnya, Jumat sore, 6 Agustus 2010 di Mangga Dua Square.

Kim Bum datang ke Indonesia setelah melalui persiapan lama. Dia sekaligus mengucapkan salam untuk masyarakat Korea yang berada di Indonesia.

Aktor Korea ini juga bercerita seputar kedekatannya dengan para pemain 'Boys Before Flowers' lainnya.

"Saya akrab dengan Lee Min Hoo, minimal seminggu tiga kali makan siang bareng. Biasanya juga main bola dengan Kim Hyu Joong seminggu sekali. Tapi akhir-akhir ini jarang ketemu lagi, jadi lewat telepon aja," ucapnya.

Sebelum Indonesia, Kim Bum dan rekan-rekannya di BFF juga sudah menemui fansnya di Shanghai dan Thailand. "Empat personel BFF lain juga akan ke Jepang," ujarnya di depan para wartawan.

Saat para fans diperbolehkan masuk, mereka langsung histeris melihat Kim Bum. Fans di kelas VVIP hanya diperbolehkan meminta tanda tangan di poster Kim Bum. Tapi ada juga fans yang 'nakal' dan nekat menyalami Kim BUm.

Ada juga fans yang memakai kursi roda dan ikut mengantri. Saat memberi tanda tangannya, Kim Bum tampak selalu tersenyum. (sj)